Warga Muara Badak keluhkan layanan kesehatan

Daerah DPRD Kaltim Kaltim
Anggota DPRD Kaltim Seno Aji foto bersama masyarakat Muara Badak saat melakukan reses serap aspirasi. (Humas DPRD Kaltim)

Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur Seno Aji mengaku prihatin dengan kondisi masyarakat di Kecamatan Muara Badak yang mengeluhkan pelayanan kesehatan dengan menggunakan BPJS Kesehatan.

“Seperti yang disampaikan masyarakat, mereka kurang mendapat pelayanan maksimal dari rumah sakit ketika berobat menggunakan layanan BPJS Kesehatan,” katanya saat menggelar reses menjaring aspirasi  dari masyarakat secara langsung di daerah pemilihannya di Kabupaten Kutai Kartanegara, sejak 28 Oktober hingga 4 November 2019.

Ia mengatakan aspirasi masyarakat Mauara Badak harus ditindaklanjuti dan dengan menggelar hearing  bersama BPJS Kesehatan. Tentunya masalah tersebut akan diperjuangkan melalui  komisi yang membidangi kesejahteraan masyarakat, agar mendapat soslusi terbaik bagai masyarakat setempat.

Seno Aji politikus  dari Partai Gerindra yang duduk di DPRD Kaltim itu, juga mendapat keluhan lain dari warga Muara Badak yakni terkait infrastuktur jalan yang rusak.Terutama jalan yang menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi  Kaltim.

“Keluhan warga jalan yang rusak di antaranya simpang tiga Muara Badak menuju Kota Bontang sampai simpang enam Muara Badak yang sudah 18 tahun belum mengalami perbaikan,” katanya.

Oleh karena itu dia meminta kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk memberikan perhatian serius serta memprogramkan perbaikan jalan tersebut.

Menurutnya selain jalan provinsi keluhan warga juga banyak pula jalan-jalan lingkungan yang masih belum tersentuh perbaikan dan pembangunan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara.

“Untuk perbaikan jalan lingkungan akan kita perjuangankan. Entah apakah nanti kita kolaborasi dengan DPRD atau Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara atau kita bisa berikan bantuan keuangan kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara agar bisa memperbaiki jalan-jalan tersebut,” ucapnya.

Dari delapan titik tempat di Kutai Kartanegara dimana Aji Seno melakukan reses terdapat juga keluhan warga terkait lapangan pekerjaan.Dimana masih banyak masyarakat yang menganggur pasca menurunnya industri seperti batubara dan minyak, yang menyebabkan PHK massal.

“Mereka yang tadinya bekerja di industri-industri, akhirnya banyak menganggur. Persoalan ini yang perlu dicarikan solusi bersama dari Dinas Tenaga Kerja,” tutur Seno.