Ribuan pelaku UKM Penajam terdampak covid-19

Daerah Kaltim
Salah satu hasil produksi pelaku usaha kecil menengah (UKM) di Kabupaten Penajam Paser Utara

Sedikitnya tercatat 7.524 pelaku usaha kecil menengah atau UKM di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, merasakan dampak dari pandemi Corona Virus Disease atau COVID-19.

“Ribuan pelaku UKM merasakan dampak adanya virus Corona ke usaha mereka,” ujar Kepala Bidang Koperasi dan UKM Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Penajam Paser Utara, Purwantara ketika ditemui di Penajam, Rabu.

Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan atau Diskukmperindag Kabupaten Penajam Paser Utara lanjut ia, telah selesai mendata para pelaku UKM yang terdampak mewabahnya COVID-19.

Pelaku UKM yang didata di setiap desa dan kelurahan tersebut antara lain pemilik toko kelontongan, penjahit hingga pemilik jasa penyewaan.

Data pelaku UKM itu tersebar di Kecamatan Penajam sebanyak 4.275 UKM, Kecamatan Waru 614 UKM, Sebanyak 1.555 UKM di Kecamatan Babulu dan Kecamatan Sepaku 1.080 UKM.

“Jadi jumlah totalnya ada 7.524 pelaku UKM berdasarkan pendataan desa dan kelurahan yang diserahkan kepada Diskukmperindag Kabupaten Penajam Paser Utara,” jelas Purwantara.

Sejumlah pelaku UKM ada yang masih menjalankan usahanya dan ada yang memilih berhenti beroperasi sementara waktu selama pandemi virus Corona.

Pendataan UKM tersebut menurut Purwantara, dilakukan berdasarkan instruksi pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.

Rata-rata dampak yang dialami para pelaku UKM tersebut anjloknya penjualan atau permintaan, naiknya harga dan kesulitan bahan baku serta distribusi yang terhambat.

Purwantara berharap pendataan pelaku UKM yang dilakukan di setiap desa dan kelurahan itu benar-benar UKM yang terdampak COVID-19.

“Data pelaku UKM sudah kami serahkan dan akan verifikasi lagi oleh pemerintah pusat, artinya tidak semua pelaku UKM yang diusulkan diakomodir,” jelasnya.