Gubernur: Sungai Mahakam Ikon Pariwisata Kaltim

Daerah Kaltim
Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak didampingi Istri dan Sekprov Kaltim Rusmadi ketika berada di kapal wisata Sungai Mahakam.
Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak didampingi Istri dan Sekprov Kaltim Rusmadi ketika berada di kapal wisata Sungai Mahakam.

Suara Samarinda  –  Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak menyatakan Sungai Mahakam merupakan ikon pariwisata di daerah itu.

“Keindahan Sungai Mahakam harus dimaksimalkan dengan beragam kreativitas dan terobosan. Sungai Mahakam harus bisa ditampilkan sebagai salah satu destinasi wisata andalan Kaltim,” kata Awang Faroek pada peluncuran Kapal Pesiar Sungai Mahakam, di Samarinda, Rabu.

Peluncuran Kapal Pesiar itu ditandai dengan menyusuri keindahan Sungai Mahakam dari dermaga di depan Kantor Gubernur Kaltim menuju Kota Raja Tenggarong, Kutai Kartanegara, kemudian kembali lagi ke Kota Samarinda oleh rombongan Gubernur bersama keluarga serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di daerah itu.

Gubernur menyatakan Sungai Mahakam akan menjadi salah satu andalan destinasi wisata Provinsi Kaltim.

“Hari ini (Rabu) diluncurkan Kapal Pesiar Sungai Mahakam dan ini harus jadi ikon destinasi pariwisata di Indonesia dan Kaltim khususnya. Oleh karena itu, harus didukung oleh semua pihak termasuk pihak swasta untuk bisa mengelola wisata kapal pesiar menyusuri Sungai Mahakam,” terang Awang Faroek.

Menurutnya, perlu ada inovasi dan kreatifitas untuk membuat kapal pesiar yang bisa memanfaatkan Sungai Mahakam menjadi obyek wisata.

“Selain kapal pesiar, bisa juga dibuat kafe dan restoran terapung yang berangkat dari kawasan tepian Sungai Mahakam kemudian berlayar selama dua jam sambil menyusuri keindahan Sungai Mahakam,” tutur Awang Faroek.

Inovasi dan kreasi kapal pesiar itu tambah Awang Faroek, perlu dikembangkan karena Sungai Mahakam memiliki keindahan, apalagi jika dilihat pada malam hari.

“Saya sangat berharap, peluncuran ini bisa menjadi motivasi pihak swasta khususnya pengelola travel untuk dapat mengelola kapal pesiar di Sungai Mahakam sebagai investasi di Kaltim,” ucap Awang Faroek.

Untuk membangun sarana dan prasarana pendukung Kapal Pesiar Sungai Mahakam maupun pengembangan obyek wisata lainnya kata Awang Faroek, harus ada keterlibatan pihak swasta, seperti yang dilakukan di Thailand, Korea serta negara lainnya yang memanfaatkan sungai sebagai destinasi wisata.

“Mereka memanfatkan sungai sebagai ikon wisata. Provinsi Kaltim juga memiliki Sungai Mahakam sehingga harus bisa menjadi ikon destinasi wisata daerah ini,” kata Awang Faroek.

Peluncuran Kapal Pesiar Sungai Mahakam tersebut juga hadiri Sekprov Kaltim Rusmadi.

Rombongan Gubernur berangkat dari dermaga di depan Kantor Gubernur Kaltim, kemudian menyusuri Sungai Mahakam menuju Jembatan Mahkota II lalu berputar ke arah Tenggarong, Kutai Kartanegara dengan melewati objek wisata religi yakni Masjid Raya Darussalam, Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Samarinda kemudian melewati Jembatan Mahakam dan Jembatan Mahakam IV atau Jembatan Mahakam Kembar yang masih dalam proses pembangunan.

Rombongan juga melintasi Jembatan Mahulu serta Jembatan Kutai Kartanegara, Pulau Kumala dan melewati Jembatan Reppo-Reppo Tenggarong, hingga akhirnya kapal wisata yang membawa rombongan kembali lagi ke Samarinda pada Rabu sore sekitar pukul 15.30 Wita. (*)