Finis Disebut Jadi Target Awal Rio pada Balapan Perdana

Non Kategori
Rio Haryanto
Rio Haryanto

Suara Samarinda, Jakarta РRio Haryanto diharapkan bisa finis dalam balapan F1 pertama musim ini di GP Australia kurang dari dua pekan mendatang.

Hal tersebut dikatakan oleh manajer Rio, Piers Hunniset. Menurutnya, target realistis pebalap F1 pertama dari Indonesia tersebut pada balapan perdana tanggal 20 Maret nanti adalah finis lebih dulu dan secara konsisten melakukannya di balapan-balapan setelah itu.

“Tentu di setiap balapan ingin menghasilkan poin. Namun, di balapan pertama saya harap Rio bisa finis dan mencari pengalaman di setiap balapan, dan saya harap Rio nyaman dengan mobil barunya yang berbeda dengan tahun lalu,” kata Piers di Wisma Kemenpora Senayan, Senin (3/7/2016).

Sedari 2012 sampai dengan musim lalu, Rio bertarung di arena GP2 sehingga baru musim ini menjalani debut kompetitifnya sebagai pebalap F1. Hal itu harus menjadi pertimbangan belum adanya target muluk-muluk.

“Seperti yang saya katakan tadi mobil di F1 lebih rumit dibanding GP2. Jadi Rio harus belajar lagi karena di F1 banyak tombol yang dipelajari, seperti pit stop karena pit stop di GP2 dan F1 berbeda. Di F1 bisa 2-3 kali. Menggunakan strategi berbeda. Ya, ini masih proses. GP2 masih sangat dasar, F1 lebih rumit,” sebut Piers.

Di lintasan ‘Jet Darat’ Rio akan bahu-membahu dengan rekan setim Pascal Wehrlein di bawah panji Manor, yang musim lalu tak kuasa meraih satu poin pun dan beberapa kali mengalami masalah sehingga retired alias gagal finis. Musim ini Manor akan menggunakan mesin Mercedes yang membuat tim tersebut digadang-gadang bisa membuat kejutan, walaupun pembuktian akhir akan terjadi di atas lintasan.

“Kalau finis tentu ada peluang untuk meraih poin meski harus diakui itu sangat sulit. Tetapi tim dan mobil Manor sudah mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun lalu,” ujar Piers.

“Setelah tes Manor pasti akan meng-upgrade mobil dan akan lebih baik lagi setelah Melbourne. Semoga Rio bisa mengakhiri balapan dengan mulus, masuk finis tanpa masalah. Kami tak mengharapkan podium.

“Saya tak tahu (bagaimana strategi Rio), yang pasti bermain aman saja. Tidak perlu memakai strategi yang gila karena yang penting bisa finis dan mobil tak mengalami kerusakan,” tuturnya.