DPRD Kaltim Dukung Pemberantasan Narkoba

Daerah DPRD Kaltim Kaltim

 

 

Komisi IV dan Komisi I DPRD Kaltim saat melakukan rapat dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltim (Humas DPRD Kaltim).

Suara Samarinda – DPRD Kaltim siap memberikan dukungan terhadap Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltim dalam memberantas peredaran Narkoba yang kian marak.

“DPRD Kaltim siap memberikan dukungan anggaran kepada BNNP Kaltim asalkan memaparkan program kerja kepada DPRD Kaltim. Kita minta diberi rincian kegiatanya agar bisa terlihat,” kata Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Rusman Yaqub.

Misalnya kata dia, dari semua program yang disampaikan BNNP Kaltim, bisa melalui kerja sama program, seperti sosialisasi ke sekolah-sekolah, BNNP bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebuadayaan (Disdikbud) Kaltim.

Menurutnya bantuan anggaran bisa saja melalui hibah atau bantuan keuangan. Nanti dilihat dulu otoritasnya seperti apa, kemudian dari aspek aturan keuangannya seperti apa, yang mana bisa dilaksanakan sesuai peraturan yang berlaku.

Rusman mengungkapkan berdasarkan data dari LIPI Universitas Indonesia, pada tahun 2019  Kaltim masuk dalam urutan ke empat peredaran narkoba tertinggi secara nasional. Sedangakan berdasarkan data prevalensi atau kecenderungan penyalahgunaan narkotika, tertinggi ditempati oleh kalangan pelajar dan mahasiswa.

“Ini tentu menjadi PR besar bagi kita bersama, bahwa tingkat penyalahgunaan narkoba di Kaltim sudah sangat menghawatirkan. Sehingga, perlu dukungan semua pihak agar Kaltim terhindar dari persoalan narkoba,” jelas Rusman.

Sementara itu Kepala BNNP Kaltim, Brigjen Pol Raja Haryono mengatakan, upaya yang paling baik dalam menanggulangi penyalahgunaan narkoba adalah melalui upaya pencegahan, baik  pencegahan primer, sekunder maupun tersier.

“Pencegahan itu seperti penyuluhan tentang bahaya narkoba, penerangan melalui berbagai media tentang bahaya narkoba, serta pendidikan tentang pengetahuan narkoba dan bahayanya,” paparnya.

Raja Haryono menjelaskan ketika masyarakat, khususnya pelajar dan mahasiswa mengetahui seluk beluk narkoba, maka mereka akan mendapat informasi yang cukup sehingga dapat memilih mana yang baik dan mana yang buruk.

“Sosialisasi itu fungsinya untuk memberikan pemahaman mengenai seluk beluk narkoba, pemanfaatannya, penyalahgunaannya dan dampak buruk dari narkoba itu seperti apa,” tandasnya.