Warga perbatasan di Mahulu gunakan sprayer hama cegah COVID-19

Daerah Kaltim
Relawan tangkal COVID-19 di Kampung Delang Kerohong, Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu, foto bersama sebelum melakukan penyemprotan (ist)

Suara Samarinda- Warga di perkampungan terpencil dalam kawasan perbatasan Negara RI-Malaysia, yakni Desa Delang Kerohong, Kabupaten Mahakam Ulu
memanfaatkan sprayer hama untuk menyemprotkan cairan disinfektan untuk cegah vitus corona penyebab COVID-29.

“Hampir semua warga di sini adalah petani pekebun, jadi rata-rata mereka memiliki alat penyemprot (sprayer) hama, makanya alat inilah yang disepakati untuk digunakan,” ucap Anggota Relawan Desa Tangkal COVID-19 Kampung Delang Kerohong, Kecamatan Long Pahangai, Muslimin Johan, Minggu.

Bahan yang digunakan untuk membuat cairan disinfektan pun mengikuti anjuran Puskesmas setempat, yakni menggunakan campuran air dengan sabun pembersih lantai, pembersih kamar mandi, maupun larutan pemutih pakaian dan sejenisnya, sehingga bahan-bahan tersebut mudah didapatkan.

Dana yang digunakan untuk membeli bahan pembuatan disinfektan tersebut diambilkan dari Alokasi Dana Kampung (ADK) Pemkab Mahulu yang masuk ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) setempat. Keputusan ini diambil setelah melalui proses musyawarah mengingat adanya pandemi COVID-19.

Selain mengacu pada instruksi Bupati Mahulu tentang kewaspadaan virus corona, keputusan ini juga mengacu pada Surat Edaran Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 8/2020 tentang Desa Tanggap COVID-19 dan Penegasan Padat Karya Tunai.

Tim Relawan Desa Tangkal COVID-19 terdiri dari beberapa unsur, seperti penjabat kepala kampung dan perangkatnya, badan permusyawaratan kampung (BPK/BPD), dan beberapa unsur kelembagaan masyarakat kampung sehingga pihaknya mudah dalam melakukan koordinasi, katanya.

Tim ini sudah bekerja sejak beberapa hari lalu dan lanjut hingga kini, kemudian akan terus waspada sampai kondisi dinyatakan aman oleh pemerintah.

Tugas tim selain melakukan penyemprotan dan menyediakan tempat “hand santizer,” lanjut dia, antara lain juga melakukan edukasi ke masyarakat tentang pencegahan virus corona.

Setidaknya terdapat enam langkah untuk mencegah penularan COVID-19 sesuai rekomendasi WHO, yakni sering mencuci tangan dengan air dan sabun atau dengan alkohol, menutup mulut dan hidung saat bersin atau batuk, menghindari kontak dengan menderita demam atau batuk.

Kemudian mencari pertolongan medis jika mengalami demam, batuk dan kesulitan bernapas, membagikan riwayat perjalanan dengan penyedia layanan kesehatan, menghindari kontak langsung tanpa perlindungan dengan hewan hidup dan permukaan yang bersentuhan dengan hewan ketika mengunjungi pasar di kawasan terdampak Corona.

Lantas menghindari makan produk hewani mentah atau kurang matang, berhati-hati saat memegang daging mentah, susu, atau organ hewani untuk menghindari kontaminasi silang dengan makanan mentah.

“Kami terus berupaya mencegah dan berdoa agar tidak ada virus corona yang masuk Kabupaten Mahulu. Sedangkan daerah-daerah yang sudah terdampak COVID-19, semoga semua pasiennya sembuh dan negara ini terbebas dari pandemi,” tutur nya. (Ant)