Pernikahan Usia dini di Kaltim menurun

Daerah Kaltim
Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi (Kemeja putih) dan Ahmad Taufik dari BKKBN RI menyaksikan penendatanganan kerjasama BKKBN Kaltim dengan OPD Kabupaten/kota pada rangkaian Rakerda Banggakencana tahun 2020

 

Suara Samarinda – Wakil Gubernur Kalimantan Timur,H.Hadi Mulyadi mengatakan program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga  (KKBPK) yang sekarang diganti dengan istilah “Banggakencana” di Provinsi Kalimantan Timur  progresnya positif  atau dinilai cukup berhasil.

“Hal itu terbukti dengan salah satu indikator berdasarkan  hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) bahwa di Provinsi Kalimantan Timur pernikahan usia dini  mengalami penurunan dari tahun ketahun, termasuk partisipasi  yang lain,” katanya usai membuka Rapat Kerja Daerah Program Banggakencana di Samarinda,Rabu.

Meskipun katanya  hal itu sesuatu yang bisa berubah, karena Kaltim 70 persen atau dominan merupakan usia produktif sekaligus usia pernikahan .Oleh karena itu Ia mengimbau supaya jangan terjadi pernikahan dini.

Menurutnya pernikahan dini banyak dampaknya seperti perceraian, rumah tangga terlantar dan sebagainya karena belum dewasa  dan tidak sesuai dengan undang-undang perkawinan sehingga perlu perencanaan yang matang  dalam berkeluarga.

“Idealnya perkawinan usia dewasa bagi perempuan minimal 19 tahun, namun BKKBN mengkampanyekan minimal usia 25 tahun untuk laki-laki,” katanya.

Terkait dukungan Pemerintah Provinsi Kaltim terhadap program Banggakencana, didukung sepenuhnya meskipun BKKBN merupakan instansi  vertikal namun  ada hal-hal yang perlu terintegrasi dengan dinas dan instansi yang ada.

Ahmad Taufik Kepala Biro Keuangan dan Pengolahan Barang Milik Negara BKKBN RI menambahklan BKKBN fokus pada sasaran remaja , karena remaja menyiapkan kehidupan berkeluarga agar terbentuk menjadi keluarga berkualitas.

“Jangan sampai seperti sekarang masih banyak  terjadi usia pernikahan dini, menyebabkan banyak anak putus sekolah, hal itu karena pengaruh ekonomi, teknologi, budaya yang berdampak pada penyiapan kualitas generasi akan datang,” katanya.

Menurutnya dengan fokus penyiapan remaja sekarang ini , sehingga kedepan jangka panjang akan terbentuk keluarga –keluarga  yang berkualitas dari anak-anak sekarang , IPM nya meningkat, derajat kesehatan dan pendapatannya.

“Itulah perlu nya dilaksanakan Rapat Kerja Daerah untuk mensingkronkan dan  mengharmonisasi  kebijakan-kebijakan antara pemerintah  pusat dan daerah serta dengan lintas sektor kelembagaan di daerah,”ujar Ahmad Taufik.

Sementara itu Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim, Eli Kusnaeli  mengatakan  Rakerda ini  untuk menyegarkan kembali komitmen  program Banggakencana dengan mitra kerja yang sudah terjalin dengan baik.

“Kita akan bahas apa yang sudah dilakukan  selama  2019 dan akan dibahas terget-target 2020 mulai dari dukungan dana,tenaga, sarana, metode sehingga program Banggakencama akan  lebih baik lagi di tahun 2020,”tuturnya.