Pedagang Dapat Modal Tanpa Agunan

Daerah Kaltim
Program Dasacita Paslon Rusmadi-Safaruddin memberikan bantuan Modal Usaha Tanpa Agunan Dengan Cicilan Murah.

Suara Samarinda – Tak perlu menggadai Buku Pemilik Kendaraan Bermotor atawa BPKB. Demikian tagline salah satu program Kaltim Bermartabat yang terangkum dalam Dasacita. Judulnya, Bantuan Modal Usaha Tanpa Agunan Dengan Cicilan Murah.

Ya, jika terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Timur, Rusmadi Wongso dan Irjen Pol (Purn) Safaruddin dipastikan akan menerapkan kebijakan ini selama 5 tahun mendatang.

Caranya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim akan menggandeng seluruh perbankan di Benua Etam. Pemprov¬† sendiri nanti tak ingin sekadar menjadi “jembatan penghubung”. Kabarnya, Pemprov juga akan berpartisipasi penuh dalam kebijakan ini.

“Setelah semua sistem ready, tinggal kami informasikan ke masyarakat. Kami siapkan spot khusus bagi masyarakat yang ingin memulai usaha, baik saat mendaftar (registrasi, Red.) di kantor gubernur dan di bank,” ucap Rusmadi, saat diwawancara media ini.

Belakangan diketahui, program ini dibuat saat Rusmadi melakukan blusukan ke pelbagai pasar tradisional Samarinda. Pedagang mengadu sering kekurangan modal, sehingga meminjam kepada rentenir yang bunganya tinggi.

Sudah cukup? Belum. Kata Rusmadi, faktor lain yang harus disokong gubernur dan wakil gubernur adalah menyiapkan lokasi usaha. “Semua sudah dirancang, termasuk sketsa jualannya agar rapi, tak ketinggalan sisi higienisnya. Biar sama-sama nyaman. Masyarakat yang membeli merasa betah, pedagangnya bisa untung biar cicilannya terbayar,” ujarnya, tersenyum.

Rusmadi mengaku sudah memetakan kebutuhan para pedagang kecil dan menengah.

“Akses modal itu poin penting, biar ekonomi kita di Kaltim juga bagus. Jangan sepelekan peran ekonomi kecil dan menengah. Saat ekonomi kita lesu karena batubara anjlok, merekalah yang menghidupkan roda ekonomi kita,” akunya.

Selain memudahkan akses permodalan, prioritas lain adalah menurunkan kesenjangan ekonomi antar kelompok masyarakat.

Diakui oleh Rusmadi, kondisi ekonomi masyarakat saat ini memang kurang menguntungkan, dimana masyarakat kelas bawah lebih banyak kesulitan ekonominya dibandingkan dengan masyarakat kelas menengah.

“Disinilah peran dan tugas pasangan calon nomor 4 untuk menerapkan kebijakan baru,” tegas Rusmadi.

Jika menilik data, urai Rusmadi, berdasarkan hasil Sensus Ekonomi (SE) 2016 yang dirilis 2017 lalu, UKM di Kaltim mencapai 96,81 persen dari jumlah usaha di Bumi Etam. Sedangkan sisanya merupakan Usaha Menengah Besar (UMB).

Saat ini, terdapat sekitar 313 ribu usaha di provinsi ini. Kota Samarinda merupakan kabupaten/kota dengan jumlah usaha terbanyak yaitu 83.000 usaha. Disusul Balikpapan. Namun dilihat dari pertumbuhannya, Kabupaten Kutai Timur memiliki pertumbuhan usaha tertinggi yaitu 104 persen atau lebih dari dua kali lipat dari jumlah sebelumnya.

Dilihat data yang ada, UKM punya peran besar. Sektor UKM ini yang harus dibina, dibantu modal kemudian, pemasaran. Jika dikelola baik, UKM bisa mendatangkan PAD (pendapatan asli daerah) dari penarikan retribusi dan pajak.(#4TimMedia)