Nilai Tukar Petani di Kaltim Naik 0,69 persen

Daerah Kaltim
Ilustrasi- Data BPS soal NTP Kaltim pada Agustus 2018

Suara Samarinda – Nilai tukar petani (NTP) di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada September 2019 sebesar 95,18, atau terjadi kenaikan 0,69 persen ketimbang bulan sebelumnya yang tercatat 94,53.

NTP sebesar itu menggambarkan petani di Kaltim masih belum sejahtera karena angkanya di bawah 100.

“Peningkatan NTP disebabkan oleh meningkatnya indeks harga yang diterima petani (It) dan penurunan indeks harga yang dibayar petani (Ib),” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim Anggoro Dwitjahyono di Samarinda.

Menurutnya, NTP yang diperoleh dari perbandingan It terhadap Ib, merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan.

NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi, sehingga makin tinggi NTP, maka secara relatif makin kuat pula daya beli petani.

“Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga perdesaan di 10 daerah di Kaltim pada September 2019 yang tercatat 95,18, berarti petani Kaltim masih mengalami defisit alias penurunan daya beli karena harga yang mereka bayar mengalami kenaikan lebih cepat ketimbang harga yang mereka terima,” katanya.

Ia melanjutkan jika NTP Kaltim yang sebesar 95,18 itu dirinci per subsektor, maka untuk nilai tukar petani tanaman pangan (NTPP) tercatat 93,96 dan nilai tukar petani hortikultura (NTPH) sebesar 94,98.

Kemudian, nilai tukar petani tanaman perkebunan rakyat (NTPR) sebesar 81,85, nilai tukar petani peternakan (NTPT) sebesar 111,37, dan nilai tukar nelayan dan pembudi daya Ikan (NTNP) tercatat mencapai 105,01.

Ia menyatakan pada September 2019 semua subsektor pertanian mengalami peningkatan NTP, yakni tanaman pangan naik 0,51persen, hortikultura naik 1,22 persen, tanaman perkebunan rakyat naik 0,67 persen, peternakan naik 0,69 persen, dan perikanan naik 0,23 persen.

Sejalan dengan adanya kenaikan NTP, lanjutnya, maka nilai tukar usaha rumah tangga pertanian (NTUP) Kaltim pada September 2019 mencapai 106,97 atau naik 0,26 persen jika dibandingkan dengan NTUP pada Agustus 2019 yang tercatat 106,69.

“Ada tiga subsektor pertanian yang mengalami peningkatan NTUP pada September 2019, yakni subsektor hortikultura, tanaman perkebunan rakyat, dan NTUP peternakan,” ucap Anggoro.(Ant)