Komisi IV kunjungi anjungan Kaltim di TMII

Daerah DPRD Kaltim Kaltim

 

Sejumlah Anggota Komisi IV DPRD Kaltim saat berada di Anjungan Kaltim yang berada di Taman Mini Indonesia Indah (Humas DPRD kaltim)

Suara Samarinda – Komisi IV DPRD Kaltim IV melakukan kunjungan kerja ke Anjungan Kaltim di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta beberapa waktu lalu.

“Anjungan Kaltim yang berada di TMII masih banyak kekurangan, padahal anjungan tersebut sebagai wadah promosi dan pusat informasi kepada para pengunjung tentang Kaltim,” kata anggota komisi IV DPRD Kaltim Puji Setyowati.

Ia mengatakan dibangunnya anjungan tersebut seharusnya bagaimana membuat suatu kawasan yang dipersiapakan untuk ekonomi kreatif atau rumah besar Kaltim yang menunjukkan tentang budaya, kehidupan ,kerajinan, potensi wisata dan lain sebagainya, namun saat ini kondisinya masih jauh dari layak.

Menurutnya anjungan Kaltim dari waktu ke waktu belum mampu menjadi rumah besar Kaltim yang membuat semua gambaran tentang kondisi perekonomian, kebudayaan, hingga potensi alam yang jarang dimiliki daerah lain.

Dia menyebutkan kondisi  bangunan banyak yang perlu diperbaiki termasuk  terkait informasi atau kurang update contohnya  jadwal kegiatan atau even yang diselenggarakan di seluruh kabupaten/kota se Kaltim seperti Festival Mahakam, Erau, Hudoq dan lainnya.

Sementara ia mencontohkan anjungan berasal dari daerah lain seperti dari Nusa Tenggara Barat, kondisinya jauh berbeda yang menggambarkan semua potensi kekayaan alamnya sehingga pengunjung seolah berada di daerah tersebut.

“Kita begitu mau masuk di depan disambut dengan patung besar Komodo yang merupakan satu-satunya di Indonesia. Branding ini penting sebagai ciri khas suatu daerah yang dieksplor guna meningkatkan jumlah wisatawan dan investasi,” jelasnya.

Dalam rangka mewujudkan semua itu maka diperlukan adanya Detail Engineering Design (DED) yang menggambarkan perencanaan pembangunan sebagai pembenahan dan perbaikan Anjungan Kaltim yang mencerminkan Kaltim.

Puji Setyowati berharap kepada pemerintah adanya pembenahan bangunan perkantoran, rumah lamin, panggung pertunjukan dan lainnya sebab tidak hanya menyajikan informasi tentang daerah saja akan tetapi harus dilengkapi dengan pengembangan ekonomi kreatif.

“Barang-barang hasil UMKM penting untuk ditampilkan di anjungan Kaltim, tidak hanya berupa kerajinan tangan saja tetapi juga hasil olahan buah-buahan, tanaman yang merupakan ciri khas daerah, sehingga nantinya tercipta multiplier effect terhadap ekonomi kreatif,” ujarnya.